← SafaScan

Apakah keju halal? Rennet hewani vs mikrobial

Status keju bergantung pada rennet. Pelajari perbedaan rennet mikrobial, nabati, sapi, dan babi serta perbedaan pandangan mazhab Hanafi.

Diperbarui: 2026-09-07

Susu halal, tetapi keju memerlukan enzim penggumpal bernama rennet. Sumber rennet inilah yang menentukan status halal keju.

Rennet mikrobial dan nabati — halal

Rennet dari jamur atau bakteri, serta koagulan nabati seperti getah ara dan thistle, halal menurut seluruh mazhab. Sebagian besar keju modern memakai rennet mikrobial.

Rennet sapi

Rennet dari lambung anak sapi halal bila hewannya disembelih secara Islami. Mazhab Hanafi umumnya membolehkan rennet sapi meskipun penyembelihannya tidak Islami, karena enzim dianggap telah berubah sifatnya. Mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali lebih berhati-hati.

Rennet babi — haram

Rennet dari babi haram tanpa perbedaan pendapat. Beberapa keju tradisional Eropa masih menggunakannya.

Bahan lain yang perlu dicek

  • Whey — bisa berasal dari keju dengan rennet hewani
  • Lipase — enzim tambahan yang bisa berasal dari hewan
  • Pewarna annatto — nabati, halal
  • Keju olahan dengan emulsifier E471 — cek sumbernya

Cek status halal dalam sekali pindai

Pindai barcode produk apa pun dengan SafaScan dan lihat vonis Halal, Mushbooh, atau Haram beserta alasannya.

Panduan terkait

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah keju halal?
Keju halal bila memakai rennet mikrobial, nabati, atau rennet sapi dari hewan yang disembelih secara Islami. Keju dengan rennet babi haram.
Apa itu rennet mikrobial?
Rennet mikrobial adalah enzim penggumpal dari jamur atau bakteri, bukan hewan, dan halal menurut seluruh mazhab.
Mengapa mazhab Hanafi lebih longgar soal rennet?
Banyak ulama Hanafi berpendapat enzim rennet telah mengalami perubahan sifat sehingga hukum asalnya tidak lagi berlaku, sementara mazhab lain lebih berhati-hati.